Jumat, 13 Agustus 2021 Badan Penerbit dan Publikasi (BPP) UGM kembali mengadakan Editorial Process Workshop 2021 secara daring.
Workshop yang diikuti oleh civitas akademika UGM khususnya dosen, mahasiswa, dan pengelola jurnal UGM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait seluk beluk proses penerbitan suatu artikel pada jurnal ilmiah agar potensi kegagalan publikasi akibat proses yang macet dapat diminimalisasi.
Kepala Bidang Publikasi dan Jurnal BPP UGM, Ratih Fitria Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutan pembukaanya menyampaikan bahwa publikasi karya ilmiah saat ini menjadi sangat penting untuk mendongkrak peringkat universitas baik di level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, BPP UGM berharap kualitas dan kuantitas publikasi rekan-rekan di UGM dapat semakin ditingkatkan. Untuk mencapai hal ini, BPP UGM siap mendukung melalui berbagai program pelatihan peningkatan publikasi bagi civitas akademika UGM dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya.

Dr.Eng. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng. dari Fakultas Teknik UGM dan Dr. Siti Nurleily Marliana, M.Sc. dari Fakultas Biologi hadir sebagai narasumber workshop yang dipandu oleh Dr. Purwani Istiana, M.A. dari Fakultas Geografi UGM selaku moderator. Pada sesi pertama, Dr.Eng. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng. memberikan materi dengan topik A to Z Editorial Process dari dua perspektif, yaitu dari sisi editor jurnal dan sisi penulis. Pada sesi kedua, Dr. Siti Nurleily Marliana, M.Sc. memaparkan secara detail proses penerbitan artikel ilmiah pada jurnal AJSTD yang dikelolanya. Melalui pemaparan dari kedua narasumber, peserta diajak untuk memahami hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam proses submission artikel ilmiah. Lebih mendalam, tips dan trik dengan memahami perspektif editor dalam mempertimbangan kemungkinan suatu naskah diterima atau ditolak juga menjadi materi yang menarik para peserta untuk lebih membekali diri sebelum mengirim artikel ilmiahnya ke jurnal yang dituju. Tidak hanya itu, peserta juga diberi bekal menghadapi kritik dari reviewer hingga situasi penolakan naskah. Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kedua narasumber.