Jakarta – Badan Penerbit dan Publikasi UGM bekerja sama dengan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara dan Yayasan Komedi Betawi, menyelenggarakan acara bertajuk “Pagelaran Komedi Betawi Abang None Jakarta Utara dan Peluncuran Buku “Eksistensi Lenong dalam Modernitas Ibu Kota””. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 26 November 2015 di La Piazza Sentra Kelapa Gading Jakarta.
Buku “Eksitensi Lenong dalam Modernitas Ibu Kota” merupakan salah satu buku yang dihasilkan dalam kegiatan UGM Round Table Meeting Series. Buku yang dihasilkan pada kegiatan tersebut berpegang pada prinsip diskusi meja bundar dengan para narasumber. Buku-buku dalam seri ini ditulis berdasarkan cerita, pengalaman, maupun lesson learned baik dari para civitas akademika UGM, maupun narasumber lainnya, yang didapat dari berkecimpung dalam masyarakat.
Dari berbagai sisi, Jakarta selalu memiliki hal menarik untuk dikaji. Indikator khas Jakarta, yaitu modernisasi, gedung bertingkat dan kesenjangan menjadi stereotype Ibu Kota kini. Namun, UGM hadir untuk melihat sisi lain jantung negara. Budaya menjadi sisi yang kemudian dipilih oleh Badan Penerbit dan Publikasi UGM untuk melihat potret Ibu Kota. Landasan singkat inilah yang menjadi pijakan bagi Universitas Gadjah Mada untuk menuangkan kembali cerita dan dinamika “Eksistensi Lenong Dalam Modernitas Ibu Kota”.
Setiap gagasan dari tulisan ini dimulai dari kegiatan Round Table Meeting yang mengangkat pembahasan tentang lenong. Kegiatan ini merupakan diskusi yang mempertemukan beberapa aktor dari tiga ranah, yaitu negara, akademisi dan pelaku budaya. Pertemuan tiga aktor dari tiga ranah ini menjadi penyeimbang bagi setiap kalimat yang dibingkai secara populer ilmiah.
Tulisan yang mengulas tentang lenong ini dikemas secara populer ilmiah. Kemasan ini berusaha untuk memperluas cakupan objek pembaca dari ragam kalangan. Cara ini merupakan implementasi dari misi Universitas Gadjah Mada untuk menghasilkan ragam produk pengetahuan bagi masyarakat. Sebagian produk pengetahuan, seperti buku dan jurnal, didiseminasi dalam bentuk cetak maupun elektronik.
Komitmen Universitas Gadjah Mada sebagai Produsen dari pengetahuan tidak hanya berhenti pada fase ini. Sebagai universitas kerakyatan, UGM memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan produk pengetahuan kepada rakyat Indonesia. Diseminasi melalui forum akademik, seperti bedah buku, merupakan mimbar yang efektif untuk menyampaikan setiap pengetahuan.
Sementara itu, forum akademik ini akan hadir sebagai fase diskusi yang akan mengupas “Eksistensi Lenong dalam Modernitas Ibu Kota”. Acara ini dapat mengupas sisi sisi budaya betawi yang dituangkan kembali oleh penulis UGM. Bisa jadi, saran dan kritik menjadi perbaikan, meningkatkan derajat keragaman dan menjadi embrio untuk pengetahuan yang baru.
Buku “Eksistensi Lenong dalam Modernitas Ibu Kota” diluncurkan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Suratman, M.Sc. Peluncuran ditandai secara simbolis dengan penandatangan buku oleh Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Perwakilan dari Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Bapak Syaiful Amri. Setelah dilakukan penandatanganan secara simbolis, dilakukan pula penyerahan buku kepada perwakilan Lembaga Kebudayaan Betawi, yaitu Bapak Yahya Andi Saputra.
Setelah peluncuran buku, acara dilanjutkan dengan Pagelaran Komedi Betawi Abang None Jakarta Utara dan Penganugerahan Komedi Betawi Awards 2015.