Sebagai bentuk refleksi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Gadjah Mada mengadakan International Conference Series untuk meningkatkan kualitas keilmuan. Pertanian di wilayah tropis menjadi salah satu topik untuk diangkat dalam rangkaian konferensi yang bertajuk International Conference on Tropical Agriculture (ICTA). Ini adalah kali pertama Universitas Gadjah Mada menggelar konferensi internasional dengan topik strategis mengenai pertanian tropis.
Sebagaimana konferensi pada umumnya, ICTA dimulai dengan plenary session yang mengundang beberapa tokoh, baik dari kalangan akademisi atau praktisi. Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman M. P*., akan menjelaskan tentang Indonesian Food Security. Dr. Mulyoto Pangestu akan memaparkan tentang Development of Cattle Breeding in Indonesia Using Advance Technology in Animal Reproduction. Tema tentang masa depan perikanan akan dijelakan oleh Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D dengan judul Indonesia Fishery Prospect.
Acara ini turut mengundang Prof. Mamoru Kanzaki dari Kyoto University yang akan menjelaskan tentang Strategy of Tropical Forest Management for Sustainable Future. Sementara itu,penjelasan tentang Sustainable Agriculture akan dijelaskan oleh Stefaan De Neve dari dari University of Ghent.Prof. Dr. rer. nat. Heinz Dieter Isengard dari University of Hohenheim menjelaskan tentang Agriculture Technology.
Konferensi yang fokus pada wilayah tropis ini menawarkan pengetahuan yang mencerminkan lokasi geografis Indonesia. Letak geografis Indonesia dan bahan pangan dunia yang sebagian besar didatangkan dari wilayah tropis, menempatkan Indonesia dalam posisi strategis global. “Agenda konferensi ini menjadi ruang penguat untuk diseminasi riset dan diskusi pada tataran riset dan praktik keseharian” tutur Yuni Erwanto Ph. D., selaku Chairman dari konfrensi tersebut.
Senada dengan penuturan Chairman ICTA, Prof. Suratman menekankan peran UGM dalam mengelola pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan pada wilayah tropis. “Pertanian wilayah tropis terus dikembangkan untuk menyediakan makanan dan nutrisi bagi masyarakat global” tutur Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Beliau juga menambahkan bahwa pengembangan pertanian tropis tidak hanya berdampak pada kehidupan lebih baik bagi para petani, namun untuk masyarakat seluruh dunia.
Berpijak pada misi pertanian tropis yang diungkapkan oleh Wakil Rektor UGM, fokus konfrensi ini terbagi atas beberapa kata kunci yaitu pertanian terintegrasi, ketahanan pangan, lingkungan dan keberlanjutan. Sementara itu, topik pertanian wilayah tropis ini dikaitkan dengan pembahasan tentang keberlanjutan hutan tropis, inovasi dan manajemen dalam teknologi pertanian, keberlanjutan perikanan tropis, keberlanjutan peternakan wilayah tropis dan kesehatan hewan ternak
Arsip: