BPP Kembali Gelar Workshop Menuju Indeksasi Scopus

Publikasi ilmiah sangat bergantung pada ketersediaan jurnal terindeks yang menampung artikel ilmiah. Jurnal yang terakreditasi nasional maupun internasional mempunyai reputasi tersendiri untuk menarik para peneliti mempublikasikan artikelnya. Salah satu database pengindeksan internasional yang diakui di Indonesia adalah Scopus. Sebagai upaya mengawal jurnal-jurnal di Universitas Gadjah Mada agar dapat terindeksasi oleh Scopus, Badan Penerbit dan Publikasi UGM menggelar workshop menuju indeksasi Scopus pada Selasa-Rabu, 17-18 Oktober 2017, bertempat di Ruang Multimedia I, Gedung Pusat UGM  Lantai 3 Sayap Utara. Workshop dihadiri 40 Pengelola Jurnal di UGM.

Workshop dibuka oleh Kepala BPP UGM, Widodo, M,Sc., P.hD, dalam sambutan pembukaannya, beliau menyampaikan tentang pentingnya jurnal UGM untuk dapat terindeks Scopus. “ Dengan terindeks di Scopus kita juga menyediakan lahan bagi dosen-dosen di Indonesia untuk mempublikasikan tulisannya” ujar beliau. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini jumlah jurnal di UGM yang terindeks Scopus baru tiga jurnal, dan terakreditasi nasional sebanyak 24 jurnal. Di Indonesia sendiri jurnal yang terindeks Scopus berjumlah 33 jurnal. Hal ini menjadi tantangan berat bagi BPP untuk menambah jumlah jurnal di UGM yang terindeks Scopus.

Usai dibuka secara resmi, acara selanjutnya adalah pemaparan oleh Hilman Fathoni dari Creative Commons Indonesia. Creative Commons merupakan sebuah lembaga lisensi nirlaba yang fokus untuk memperluas cakupan karya yang tersedia untuk orang lain secara legal agar dapat digunakan kembali dan dibagi secara luas. Hilman membawakan materi tentang hak cipta, dan berbagai jenis lisensi yang tersedia pada Creative Commons. Seperti yang diketahui bahwa jurnal-jurnal di UGM sudah tergabung ke dalam OJS (Open Jurnal System), sehingga semua artikel yang tersedia bersifat terbuka dan serta dapat di unduh dan digunakan kembali untuk kepentingan penelitian. Sehingga penting  bagi para pengelola jurnal untuk mengetahui berbagai jenis lisensi yang tersedia untuk diterapkan pada masing-masing jurnal yang dikelola. Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Siti Nurleily, M.Sc, dari tim percepatan jurnal UGM. Materi yang disampaikan adalah sintesis dari kegiatan Editor Workshop Indonesia. Dr. Leily memaparkan berbagai jenis database indeksasi bereputasi internasional, diantaranya Web of Science (WoS), ASEAN Citation Index (ACI), dan Emerging Sources Citation Index (ESCI). Sebelum melakukan submit ke Scopus, penting bagi jurnal-jurnal di UGM untuk terlebih dahulu melakukan submit ke beberapa database indeksasi tersebut sebagai jembatan penguhubung karena beberapa database indeks diatas dinilai bereputasi internasional dan akan membuka kesempatan untuk dapat terindeks Scopus.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pemaparan dari Moh Yasir Alimi, S.Ag., M.A., Ph.D  dan Dr. Parmin dari  Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (JPII), kedua pemateri menyampaikan pengalaman dan strategi yang mereka lakukan sehingga jurnal yang dikelola dapat terindeks Scopus. (BPP UGM-Miftha)

Tags: 2017