Klinik OJS bagi Jurnal Gagal Akreditasi 2017

ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) merupakan sebuah lembaga akreditasi Jurnal dari kemenristek dikti yang berwenang memberikan akreditas terhadap jurnal online di pusat riset dan pendidikan tinggi. Dalam instrument penilaiannya ARJUNA menetapkan kriteria yang begitu kompleks, antara lain dari segi Penamaan Jurnal, Kelembagaan, Penyuntingan, Substansi, Gaya penulisan, dan Indeksasi. Pada setiap kategorinya telah ditetapkan kriteria dan poin yang bisa didapatkan. Untuk memberikan penilaian ARJUNA menunjuk dua reviewer yang akan menilai sebuah jurnal yang ingin diakreditasi. Banyak pengelola jurnal yang tidak paham tentang kriteria yang komplek dan poin-poin yang menjadi penilaian ARJUNA sehingga masih ada saja jurnal yang tidak lolos pada saat pengajuan akreditasi. Dalam pengajuan periode sebelumnya ada lima jurnal UGM yang tidak lolos akreditasi karena mendapat nilai rendah dari reviewer ARJUNA, untuk itu dalam Klinik OJS kali ini BPP UGM mengundang beberapa pengelola jurnal UGM yang tidak lolos akreditasi guna memberikan bimbingan dalam memahami setiap instrument penilaian dari reviewer ARJUNA. Diantaranya adalah Jurnal Poetika dari Pascasarjana Fakultas Sastra, Jurnal Manusia dan Lingkungan dan Pusat Studi Lingkungan Hidup, Buletin Psikologi dari Fakultas Psikologi, dan Jurnal Filsafat dari Fakultas Filsafat. Dalam klinik ini juga diundang pengelola dari beberapa jurnal yang sudah terakreditasi untuk sharing informasi dan bertukar pengalaman kepada sesama pengelola jurnal. Turut hadir dalam pertemuan ini Bapak Andiran Dion dan Bapak Andry Kesmawan dari tim OJS UGM dan Bapak Syahrul selaku Kepala Subbid Jurnal BPP UGM untuk memberikan bimbingan dan solusi terkait system dan komentar reviewer.

Bertempat di Ruang Rapat PIKA Gedung Rektorat UGM lantai 3 Sayap Barat, Satu persatu para pengelola jurnal yang tidak lolos akreditasi memaparkan komentar reviewer ARJUNA terhadap jurnal yang mereka ajukan. Beberapa pengelola jurnal menyampaikan tidak memahami komentar reviewer, seperti yang disampaikan oleh Bapak Fadli selaku pengelola Jurnal Poetika dari Pascasarjana Fakultas Sastra “ Kami tidak memahami beberapa komentar reviewer karena tidak pas dengan instrument penilaiannya, mungkin hanya copy paste  dari review jurnal sebelumnya”. Selanjutnya poin penilaian yang paling banyak mendapat komentar negatif dari reviewer  ARJUNA adalah masalah substansi isi dari jurnal yang dinilai kurang berdampak ilmiah. Untuk komentar ini Bapak Andry memberikan solusi seperti yang beliau katakan “kalau untuk membuat jurnal berdampak ilmiah itu caranya dengan mewajibkan penulis jurnal mensitasi tulisan yang sudah lebih dulu masuk ke jurnal Bapak/Ibu, jadi semakin banyak tulisan itu disitasi maka nilai untuk dampak ilmiahnya akan semakin tinggi” selain itu instrument penilaian yang paling banyak mendapat komentar negative dari reviewer ARJUNA adalah masalah kredibilitas dewan penyunting jurnal, untuk masalah ini Bapak Andy menyampaikan untuk mencantumkan CV terbaru yang memuat karya tulis reviewer atau akun google scholar “ Jadi, reviewer itu biasanya hanya melihat dari profil penyunting nya saja, asal tim penyuntingnya itu punya akun google sholar, apalagi punya akun di Scopus.id sudah dianggap kredibel, jadi Bapak/Ibu jangan sampai tidak mencantumkan akun google scholar karena itu penting”. Usai pemaparan dari para pengelola jurnal, Bapak Andry memberikan presentasi terkait informasi pada instrument penilai serta jumlah poin yang bisa didapatkan untuk semakin mendongkrak nilai pada akreditasi ARJUNA. Bimbingan ini sangat penting bagi pengelola jurnal untuk melakukan perbaikan dan menemukan solusi atas kekurangan yang dimiliki sehingga jurnal-jurnal yang tidak lolos menjadi siap untuk kembali mengajukan akreditasi pada periode selanjutnya.(Mifta)

Tags: 2017