BPP Kembali Selenggarakan Workshop Jurnal menuju Scopus

Mengawali agenda peningkatan jurnal UGM terindeks scopus di 2019, pada Kamis 21 Maret BPP kembali mengadakan kegiatan ‘Workshop Jurnal UGM menuju Scopus’. Tujuan diadakan workshop adalah untuk mendampingi jurnal-jurnal di UGM yang berpotensi diindekskan ke Scopus. Dua jurnal yang dievaluasi untuk didampingi yaitu Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia (JPTI) dari Fakultas Pertanian dan The Indonesian Journal of Southeast Asian Studies (IKAT) dari Pusat Studi Sosial Asia Tenggara dengan narasumber dan pendamping Dr. Purwani Istiana, MA., dan Siti Nurleily Marliana, S.Si., Ph.D.

Sesi pertama dimulai dengan pemaparan oleh Dr. Purwani Istiana, SIP., M.A. yang menjelaskan tentang kriteria minimal yang harus dimiliki oleh jurnal agar terindeks Scopus, yaitu (1) artikel yang dimuat telah melalui alur peer review, (2) abstrak minimal ditulis dalam bahasa Inggris, (3) terbit secara teratur dan tepat waktu, (4) referensi ditulis dengan huruf Latin, serta (5) sudah memiliki etika publikasi. Siti Nurleily Marliana, S.Si., Ph.D pada sesi kedua secara khusus mengevaluasi JPTI dan IKAT. Lebih jauh Siti Nurleily Marliana, S.Si., Ph.D menjelaskan mengapa jurnal dapat ditolak oleh Scopus sekalipun jurnal-jurnal tersebut lebih unggul dalam kualitas, yaitu karena konsistensi artikel ilmiah kurang, bahasa Inggris substandard, dan tingkat sitasi rendah. Alasan lain ditolaknya suatu jurnal oleh Scopus adalah kurangnya keterwakilan negara asal editor dan penulis, nama jurnal tidak mencerminkan kualitas penelitian, kebijakan editorial yang tidak jelas, tampilan website yang tidak informatif, serta author guidelines yang tidak konsisten dan kurang meyakinkan. Melalui pendampingan ini diharapkan kedua jurnal segera menyempurnakan kualitas berdasarkan kisi-kisi pendamping, sehingga dapat segera disubmit ke Scopus.

Tags: 2019