Selasa, 16 Oktober 2018 bertempat di ruang Multimedia 1 Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Penerbit dan Publikasi (BPP) UGM menyelenggarakan workshop dan pendampingan jurnal menuju indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ). DOAJ merupakan situs database pengindeks jurnal yang memuat daftar direktori jurnal akses terbuka (open access) dari seluruh dunia. DOAJ menjadi titik awal layanan referensi dan materi ilmiah yang bersifat open access (akses terbuka) untuk kemudahan pencarian dan akses terhadap jurnal terintegrasi sehingga memudahkan user dalam mencari jurnal ilmiah.
Pada saat ini DOAJ telah menerapkan kebijakan ketat agar jurnal dan penerbit yang diterima tetap berkualitas. Sistem kontrol kualitas dilakukan melalui peer review berjenjang yang secara berkala mengevaluasi jurnal yang terdaftar. Hal penting yang perlu diperhatikan oleh pengelola jurnal sebelum mengindekskan jurnal ke DOAJ ialah menyiapkan URL tetap (fixed URL) untuk: 1) Submission charge (jika tidak ada, harus dinyatakan tidak ada), 2) Processing charge (jika tidak ada, harus dinyatakan tidak ada), 3) Fee waiver (jika ada), 4) Digital archiving, 5) Article download statistics, 6) Editorial board, 7) Review process, 8) Aims and scope, 9) Instructions for authors (author guidelines), 10) Screening for plagiarism, 11) Open access statement, dan 12) Licensing statement (copyright notice). Selain itu pengelola jurnal juga harus menerjemahkan website ke bahasa Inggris, mengaktifkan PKP-PLN LOCKSS, dan menyiapkan keywords untuk mendeskripsikan jurnal (max. 6 terms, dalam bahasa Inggris).
Hadir sebagai narasumber, Andri Putra Kesmawan dari Tim Percepatan Jurnal UGM yang menyampaikan materi terkait strategi indeksasi jurnal ke DOAJ. Selain Andri, Siti Nurleily Marliana dari Tim Percepatan Jurnal yang sekaligus anggota dari ‘Creative Commons Indonesia’ juga hadir untuk menyampaikan materi tentang hak cipta dan lisensi jurnal ilmiah menuju indeksasi DOAJ. Pada akhir workshop sekaligus dilakukan apply (pendaftaran) DOAJ bagi lima jurnal UGM yang belum terindeks, di antaranya: Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (JMPF), Jurnal Kesehatan Reproduksi (JKR), IKAT, Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan, dan Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. (BPP UGM/Syahrul & Kiki)
BPP UGM kembali Gelar Workshop Jurnal menuju DOAJ
Tags:
2018