Wakil “Tim Percepatan Peningkatan Reputasi Jurnal UGM” menghadiri The 2019 Creative Commons Global Summit di Lisbon, Portugal

Penerapan akses terbuka dalam penerbitan jurnal ilmiah akan meningkatkan kualitas komunikasi ilmiah dan memaksimalkan dampak hasil riset sehingga akan berpengaruh positif pada tingkat keterbacaan dan sitasi jurnal. Mengikuti jejak Harvard dan MIT yang sudah lebih dulu mengadopsi sepenuhnya kebijakan akses terbuka, UGM juga mulai menerapkan kebijakan akses terbuka pada semua jurnal ilmiah yang diterbitkan.

Dr. Siti Nurleily Marliana, anggota Tim Percepatan Jurnal UGM yang juga merupakan anggota Creative Commons Global Network, menghadiri The 2019 Creative Commons Global Summit (CCGS) sebagai salah satu anggota delegasi Creative Commons Indonesia (CCID). Para aktivis dan pendukung gerakan Creative Commons menghadiri CCGS yang dilaksanakan setiap tahun. Pada tahun ini, CCGS dilaksanakan di Lisbon, Portugal, pada 9–11 Mei 2019, dan diikuti oleh lebih dari 450 perwakilan dari 100 lebih negara. Acara yang mengusung enam tema gerakan keterbukaan ini dilaksanakan selama tiga hari dan  terbagi dalam 120 sesi secara paralel di Museu do Oriente, Lisbon.

Pada hari ketiga, Dr. Siti Nurleily Marliana mempresentasikan penggunaan Creative Commons dalam dunia publikasi ilmiah di Indonesia, khususnya di UGM. Presentasi tersebut menjelaskan proses pengenalan, pelatihan, dan tantangan dalam penerapan keterbukaan akses pada artikel-artikel jurnal di lingkungan UGM yang tidak sedikit menghadapi berbagai tantangan. Interaksi antara peserta dan presentator memantik tanya jawab dan diskusi yang mampu membuka wawasan baru atas penerapan akses terbuka di berbagai negara. Melalui kegiatan semacam ini diharapkan mampu berdampak positif pada dunia publikasi ilmiah di Indonesia.