Evaluasi Indeksasi dan Persiapan Jurnal UGM menuju Indeksasi Scopus

Universitas Gadjah Mada melalui Badan Penerbit dan Publikasi (BPP) UGM semakin menguatkan tekad untuk meningkatkan reputasi UGM melalui publikasi karya ilmiah. Keberlanjutan rencana kegiatan yang telah disusun dan terlaksana pada 2017 terus dievaluasi guna mendapatkan strategi yang lebih baik pada 2018. Mengawali tahun 2018 dengan semangat publikasi, BPP UGM mengadakan kegiatan “Evaluasi Indeksasi dan  Persiapan Jurnal UGM menuju Indeksasi Scopus” pada Rabu, 10 Januari 2018 di Ruang Multimedia 1 Gedung Pusat UGM.

Indeksasi jurnal pada Scopus menjadi  salah satu target dalam upaya peningkatan reputasi UGM di tingkat internasional. Para pengelola jurnal yang jurnalnya berpotensi terindeks Scopus diundang untuk bersama-sama melakukan evaluasi dan penyusunan strategi indeksasi. Kegiatan ini dihadiri para pengelola jurnal di UGM, seperti Indonesian Journal of Pharmacy (IJP), Jurnal Psikologi (JPsi), Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems (IJCCS), Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB), Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP), Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF), Buletin Peternakan, Humaniora, Ilmu Pertanian, Majalah Obat Tradisional, dan Agritech.

Evaluasi dan pemaparan strategi atas penilaian Scopus disampaikan oleh  Dr. Siti Nurleily Marliana, M.Sc. dari Tim Percepatan Jurnal UGM. Dalam pemaparannya, Dr. Siti Nurleily Marliana, M.Sc. menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian para pengelola jurnal dalam mempersiapkan diri menuju indeksasi Scopus. Focus and scope jurnal menjadi salah satu poin yang penting diperhatikan oleh pengelola jurnal. Scope yang terlalu luas akan berpengaruh pada penamaan jurnal karena jurnal menjadi kurang spesifik dan kurang deskriptif. Penamaan ulang jurnal sesuai spesifikasi focus and scope akan menonjolkan keunikan jurnal. Lebih lanjut, scope suatu jurnal akan berpengaruh besar pada jumlah artikel yang masuk dan terbit pada jurnal tersebut. Jurnal dengan scope yang terlalu luas seharusnya berbanding lurus dengan jumlah artikel yang ada. Selain itu, scope jurnal juga harus disesuaikan dengan diversitas editorial board.

Selain focus and scope, faktor lain yang menjadi pertimbangan Scopus ialah diversitas dan jumlah editorial boards serta tingkat sitasi jurnal. Konsolidasi antara para pengelola jurnal lintas institusi dalam kasus penerbit tunggal perlu untuk dipertimbangkan guna menghindari munculnya isu yang sama dalam identifikasi pengelolaan jurnal. Kerja sama dan komunikasi antarpengelola jurnal baik di institusi yang sama atau lintas institusi penting untuk dilakukan karena indeksasi Scopus memerlukan persiapan yang matang. BPP akan terus mewadahi jurnal-jurnal di UGM dengan menyelenggarakan berbagai program berkelanjutan untuk meningkatkan reputasi jurnal UGM. (BPP UGM/Kiki)