Evaluasi Diri Jurnal UGM sebagai Persiapan Menuju Indeksasi Scopus

Percepatan indeksasi internasional jurnal-jurnal di lingkungan UGM ke lembaga pengindeks internasional, BPP terus berupaya untuk mengoordinasi kegiatan publikasi ilmiah di UGM secara sungguh-sungguh. Salah satu kegiatan yang dilakukan ialah dengan kembali menyelenggarakan “Workshop Jurnal UGM menuju Terindeks Scopus”. Workshop yang diselenggarakan pada Rabu 9 Mei 2018 di Ruang Multimedia I Gedung Pusat UGM Lantai 3 Sayap Utara ini dihadiri oleh para Pengelola jurnal di lingkungan UGM. Workshop dibuka oleh Syahrul Fauzi, S.Pt., M.Pd.  selaku Kepala Subbidang Jurnal. Dalam sambutannya disampaikan bahwa ada sepuluh jurnal UGM yang potensial untuk dapat terindeks Scopus, satu jurnal baru saja submit ke Scopus pada Februari 2018 (IJBiotech) dan satu jurnal lain sedang dalam review tahap akhir (JIEB). Melalui workshop ini, para pengelola jurnal di UGM diharapkan dapat lebih mempersiapkan diri untuk memperbaiki kualitas komponen pada jurnal masing-masing. Hingga saat ini, ada empat Jurnal UGM yang telah terindeks Scopus, keempat jurnal tersebut yaitu: Gadjah Mada International Journal of BusinessIndonesian Journal of ChemistryIndonesian Journal of Geography, dan Indonesian Journal of Pharmacy. Di Indonesia, jurnal yang terindeks Scopus baru berjumlah 37 jurnal. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi UGM untuk terus berupaya membantu jurnal-jurnal UGM untuk dapat terindeks di Scopus.

Dr. Siti Nurleily Marliana, M.Sc dari Fakultas Biologi hadir sebagai pemateri yang membahas mengenai kebijakan seleksi jurnal oleh Scopus. Dalam materinya, beliau memaparkan mengenai kriteria evaluasi yang meliputi kebijakan jurnal, konten, reputasi kerja, dan ketersediaan online. Selain itu, ditampilkan juga perbandingan komponen sebagai bentuk evaluasi diri jurnal, seperti pada Jurnal ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP), AGRITECH, dan Humaniora. Kemudahan navigasi pada homepage jurnal merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Para pengelola jurnal disarankan agar menampilkan header dan keseluruhan tampilan homepage jurnal yang informatif dan efisien agar mempermudah tim penilai dari Scopus. Hal tersebut merupakan beberapa hal yang dapat meningkatkan kualitas jurnal sehingga diharapkan dapat terindeks Scopus. Berbeda dengan workshop persiapan indeksasi Scopus yang sebelumnya, kali ini pembicara dihadirkan dari internal UGM agar penilaian dan evaluasi diri yang dilakukan dapat lebih objektif dan lebih detail. Hasil dari penilaian dan evaluasi diri kali ini dijadikan sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh masing-masing Pengelola jurnal JSP, AGRITECH, dan Humaniora. (BPP/Laras&Kiki)