Antusiasme Penelitian Bidang Sains dan Teknologi di The 5th ICST UGM

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., hadir dalam pembukaan acara ICST (International Conference on Science and Technology) pada Selasa (30/7/2019). Dalam sambutannya, Rektor UGM menyampaikan bahwa ICST membawa peran signifikan untuk mengangkat penelitian yang berdampak pada masyarakat, “Seperti yang kita tahu, masyarakat tidak akan maju lebih cepat tanpa adanya percepatan di bidang sains dan teknologi,”.

ICST kembali digelar oleh Badan Penerbit dan Publikasi (BPP) UGM untuk kali kelima pada 30–31 Juli 2019 bertempat di Eastparc Hotel, Yogyakarta. ICST merupakan rangkaian dari konferensi ilmiah UASC (UGM Annual Scientific Conference) yang memberikan platform akademis ideal bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitian bidang sains dan teknologi. Penyelenggaraan ICST tahun 2019 ini juga merupakan salah satu rangkaian perayaan Lustrum ke-14 UGM selain konferensi BioMIC yang akan dilaksanakan pada 12–13 September 2019 sebagai wujud komitmen UGM di bidang penelitian.

Sejak kali pertama diselenggarakan pada tahun 2015, ICST mampu menarik minat peneliti baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan pelaksanaan ICST yang rutin diselenggarakan setiap tahun dengan peningkatan kuantitas dan kualitas baik dari jumlah peserta, narasumber yang dihadirkan, dan publikasi luaran hasil konferensi. Dengan hal ini, ICST semakin menguatkan diri menjadi konferensi yang tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya.

Pada tahun kelima penyelenggaraannya, ICST menghadirkan pakar di bidang sains dan teknologi dari berbagai negara, seperti Prof. Franck Lavigne (Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne) dan Prof. Johan Debayle (Institut Mines-Telecom) dari Prancis, Prof. Kang-Hyun Jo (University of Ulsan) dari Korea, Prof. Rohana Adnan dari Universiti Sains Malaysia, dan Prof. Satoshi Muraki (Kyushu University) dari Jepang sebagai keynote speakers. Setiap penyelenggaraannya, jumlah peserta ICST terus meningkat. Pada tahun 2019 ini, peserta yang akan mempresentasikan makalahnya sebanyak 319 orang dan untuk peserta non-presenter sebanyak 22 orang. Lingkup asal peserta konferensi pun semakin luas. Pada tahun ini, pendaftar kegiatan ICST 2019 berasal dari 17 negara, meliputi Australia, Cina, Mesir, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Irak, Jepang, Korea, Malaysia, Pakistan, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Syria, Taiwan, dan Amerika.

Program konferensi ICST 2019 terdiri dari tujuh simposium, yaitu 1) Computer and Information Technology symposium; 2) Electronics, Communication, Control, and Instrumentation symposium; 3) Environmental and Earth Science symposium; 4) Life Sciences, Materials, and Applied Chemistry symposium; 5) Mechanical and Industrial Engineering symposium; 6) Power and Energy symposium; dan 7) Remote Sensing and Geomatics symposium. Luaran dari hasil konferensi pada tahun ini akan dipublikasikan di jurnal dan prosiding terindeks yang telah bekerja sama dengan ICST 2019, seperti 1) IEEE Conference Proceeding; 2) Materials Science Forum by TransTech Publication; 3) IOP Conference Proceeding; dan 4) ASEAN Journal on Science and Technology for Development.

Luaran hasil empat konferensi ICST pada tahun sebelumnya berhasil diterbitkan di berbagai jurnal dan prosiding bereputasi, di antaranya: 142 artikel dipublikasikan di AIP Conference Proceeding; 196 artikel di IEEE Conference Proceeding; 1 artikel di ASEAN Journal of Chemical Engineering; 1 artikel di IOP Science; 1 di Journal of Medicine, Physiology and Biophysics; 1 artikel di International Journal of Computer Science & Informating Technology; 6 artikel di Proceeding of The Pakistan Academy of Science; 3 artikel di IJ Geography; 29 artikel di TransTech Publication; 18 artikel di Applied Mechanics and Materials; 5 artikel di UGM Digital Press; 6 artikel di IJ Biotech; 7 artikel di IJ Chemistry; 35 artikel di E3S Web of Conferences; dan 40 artikel di Material Science Forum.

Penyelenggaraan konferensi internasional diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah publikasi internasional UGM di jurnal dan prosiding terindeks Scopus. Tidak hanya bagi UGM, ICST juga mampu menarik antusiasme peneliti dari luar UGM sehingga semakin meramaikan khazanah penelitian di bidang sains dan teknologi sehingga berdampak pada peningkatan publikasi peneliti Indonesia secara lebih luas. Terakhir, Rektor UGM berharap konferensi ini akan menjadi jembatan dari berbagai disiplin ilmu untuk berbagai inovasi, hasil riset, serta ide tentang isu sains sekarang ini. Panut juga menyampaikan bahwa UGM sebagai inisiator merasa bangga dapat memfasilitasi konferensi lintas disiplin ini. (Kiki)